Buka Detik Blogspot: Life Style

Hot!

Post Top Ad

Showing posts with label Life Style. Show all posts
Showing posts with label Life Style. Show all posts

Friday, 19 May 2017

Menanyakan Kapan Nikah ke Orang Lain itu tidak Boleh! Ini Alasannya!

09:20 0
Menikah adalah keinginan setiap orang, apalagi jika mereka sudah masuk waktu-waktu menikah. Terlebih jika teman-teman mereka sudah menikah, pasti ada yang melontarkan pertanyaan menyebalkan seperti, "Kapan nyusul ke pelaminan?", "Kapan kamu nikah? Udah mapan juga kan?", dan pertanyaan lainnya.

Padahal, jodoh itu adalah pemberian Yang Maha Kuasa. Memang sudah digariskan, manusia tinggal berusaha mendapatkannya, tapi waktu dan dengan siapa kita akan menikah hanya Allah Ta'ala yang lebih mengetahui dan lebih tahu mana yang baik.

Inilah alasan jangan menanyakan kapan nikah ke orang lain:

1. Kamu tak Pernah Tahu Beban Hidup Temanmu

Kamu melihat temanmu sudah mapan, dengan karir yang baik, tapi belum menikah. Kemudian kamu menanyakan kapan menikah, dan tunggu apa lagi karena dia sudah sukses. Tapi, apa yang kamu lihat bisa jadi tak seperti apa yang temanmu rasakan.

Mungkin ia belum menikah meskipun karir dan bisnisnya sedang sukses karena ada hal yang perlu dia selesaikan, misalnya hutang yang ingin segera dilunasi, atau ia ingin memberangkatkan haji kedua orang tuanya.

2. Setiap Orang sedang Berusaha akan Suatu Hal, termasuk Temanmu

Setiap orang memiliki impian yang ingin diraih, termasuk impian sebelum menikah. Mungkin impianmu saat ini adalah menikah, tapi berbeda dengan temanmu. Ketika kamu sudah menikah, kamu menanyakan kapan menikah pada temanmu, padahal sebenarnya ia sedang berusaha untuk meraih suatu hal, mungkin membesarkan bisnisnya, meraih beasiswa untuk studi lanjut, atau yang lainnya.

3. Berurusan dengan Hati Orang Lain

Temanmu belum menikah bisa jadi karena ia masih ingin mengobati sakit hati karena sebelumnya cintanya ditolak. Dan ketika kamu muncul menanyakan kapan menikah, tentu itu akan membuatnya sakit hati atau bahkan mengingat kembali kejadian suramnya dulu.

4. Prioritas Hidupnya bukan Prioritas Hidupmu

Setiap orang memiliki prioritasnya masing-masing, kamu tidak bisa memaksakan prioritasmu pada temanmu, meskipun kalian sahabat. Mungkin prioritasmu adalah menikah, tapi bisa jadi prioritas temanmu di bidang lain, membangun panti asuhan agar dapat membantu anak yatim piatu misalnya.

Menanyakan kapan menikah bisa jadi membuat temanmu sakit hati, dan kamu tidak ingin membuat temanmu sakit hati karena ucapanmu, bukan? Temanmu tentunya juga sudah memiliki target kapan ia menikah. Mereka juga tentu sudah memikirkan hal itu. Jadi, jaga perasaan teman dengan tidak menanyakan kapan menikah ya. Daripada menanyakan, lebih baik mendo'akannya agar diberi jodoh yang baik.
Read More

Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain! Karena Hidupmu juga Berharga

09:17 0
Manusia memang makhluk yang tak pernah puas. Selalu ingin memiliki apa yang belum dimiliki dan mudah iri dengan orang lain yang tampak lebih baik kehidupannya. Apa yang sebenarnya kita lihat belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi. Bisa saja kita melihat orang lain dari luar begitu sempurna kehidupannya, namun ternyata di dalamnya ia mengalami kesusahan. Seorang yang memiliki pekerjaan mapan, mungkin hidupnya tak semenyenangkan karena ia ingin memiliki pekerjaan yang sesuai passion nya, namun belum cukup nyali untuk keluar dari zona nyaman. Orang yang terlihat ceria setiap hari belum tentu benar-benar senang hatinya, mungkin ada yang ia sembunyikan.

Jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain, masing-masing orang memiliki kehidupan sendiri

Jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain, karena hal itu justru akan membuat kita semakin tertinggal. Kita akan menghabiskan waktu kita untuk meratapi kehidupan saja tanpa melakukan apapun.

Tak ada yang diperbaiki jika kamu membandingkan diri dengan orang lain. Kamu akan sibuk memakai standar orang lain untuk menilai kehidupan sendiri. Keberhasilan orang lain bukan sebagai alat pengikis rasa percaya diri, tapi jadikan sebagai inspirasi.

Membandingkan diri dengan orang lain tak akan ada habisnya. Bahkan mungkin, jika kita diberi kesempatan untuk berada di posisi orang yang kita bandingkan, belum tentu juga kita akan mendapatkan kebahagiaan.

Hidupmu juga berharga, perjuangkan hidupmu dan raihlah kesuksesan melalui jalanmu!
Read More

Monday, 8 May 2017

Inilah Alasan Kuat Mengapa Pilih Calon Istri yang Jarang Make Up adalah Keputusan Tepat!

11:48 0
Make up adalah ciri khas wanita. Kini banyak sekali wanita yang memakai make up, tak hanya ketika ada pesta saja, tapi sekarang para wanita ke kantor, kampus, bahkan hanya keluar membeli makanan saja memakai make up.

Banyak motif yang menjadi alasan mengapa para wanita tersebut memakai make up, yang salah satunya adalah agar tampak cantik. Hal ini wajar, karena memang kodrat wanita itu kemayu dan ingin selalu tampil cantik.


Namun, hati-hati saja bagi para lelaki yang memilih wanita yang suka ber-make up untuk dijadikan istri. Sekarang ini, banyak sekali kasus para lelaki terkecoh setelah menikah karena mengetahui istrinya sangat berbeda tanpa make up. Agar hal ini tak terjadi, berikut ada alasan kuat untuk memilih wanita yang jarang make up untuk dijadikan istri.

Inilah alasan kuat mengapa pilih calon istri yang jarang make up adalah keputusan tepat:

  1. Memiliki Kepercayaan Diri Tinggi

    Wanita yang berani tampil tanpa make up berarti ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka percaya bahwa cantik bukan hanya dilihat karena paras saja, tetapi karena kebaikan akhlaknya.

  2. Seru Diajak Berpetualang

    Pasti kamu sering menjumpai wanita yang sedikit-sedikit lihat kaca, sedikit-sedikit poles make up, iya bukan? Wanita tipe ini biasanya ribet kalau diajak kemana-mana, apalagi berpetualang. Sebaliknya, wanita yang tidak suka make up lebih simple. Mereka tak akan khawatir bedak luntur karena panas dan tidak banyak buang waktu untuk poles wajah setiap saat.

  3. Sifatnya Apa Adanya dan tidak Dibuat-buat

    Memang tak selalu anggapan ini benar, tapi memang kecenderungannya seperti itu. Apalagi jika wanita ini sudah sangat tergantung pada make up, yang sedikit-sedikit harus pakai make up, bahkan di dalam rumah pun perlu poles wajah.

  4. Jauh Lebih Hemat Pengeluaran

    Jangan kira make up wanita itu hanya bedak dan lipstik saja ya. Dibalik bedak dan lipstik, ada banyak make up lain seperti maskara, blush on, concealer, foundation, eyeliner, eye shadow, dan lainnya. Belum lagi warna yang tak cukup satu serta harga satu item make up saja sudah puluhan, ratusan, bahkan jutaan rupiah. Kalau istri tidak suka pakai make up, pengeluaran rumah tangga dapat diminimalisir bukan?
Wanita tidak akan berkurang sisi femininnya hanya karena tidak memakai make up. Cantik dan aura kewanitaan itu datang dari dalam diri, jadi dengan make up atau tanpa make up pun, wanita akan tetap cantik.
Read More

Istri Membentak Suami, Bagaimana Hukumnya?

11:43 0
Sebagai suami dan istri, sudah selayaknya untuk hidup bersama. Di awal-awal pernikahan, mungkin adalah masa-masa paling indah untuk hidup bersama, tapi lama kelamaan timbul juga rasa biasa karena sudah terlalu sering.

Dalam keadaan seperti ini, tak jarang suami dan istri terjadi beda pendapat. Ini adalah hal yang wajar. Tapi sebaiknya, perbedaan pendapat itu harus tetap dapat dikendalikan. Seorang istri sebaiknya tetap memelankan dan memperhalus suaranya meskipun pendapatnya benar.


Tapi, bagaimana jika istri membentak suami?

Di dalam keluarga, suami adalah orang yang harus ditaati dan dihormati. Kedudukannya paling tinggi di dalam keluarga. Tak pantas jika seorang istri membentak suami, seperti halnya karyawan yang membentak atasannya.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya..." (HR. Ahmad)

Hadits tersebut menunjukkan betapa tingginya kedudukan suami atas istrinya. Namun, suami pun adalah manusia biasa yang terkadang salah. Oleh karena itu, boleh istri mengingatkan suaminya namun dengan nada yang lemah lembut dan halus. Jangan sampai membentak dan menyakiti hati.

Tak hanya istri yang wajib menghormati suami, suami pun sudah seharusnya bersikap lembut dan sayang pada istri. Jangan bertindak sewenang-wenang menggunakan status terhormatnya di dalam keluarga.

Dengan suami dan istri yang saling menghormati dan menyayangi, InsyaAllah akan tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Wallahu a'lam bishawab.
Read More

Inilah Cara Elegan Dalam Menanggapi Pujian Agar Tidak Salah Tingkah

11:40 0
Sebagai manusia, tentu kita pernah dipuji seseorang, entah karena telah berjasa atau membuat suatu karya yang hebat. Mendapatkan pujian memang terlihat enak, hati merasa senang dan bangga. Namun kebanggaan yang membumbung tinggi tersebut bisa jadi boomerang bagi kita.


Karena jika terjadi kesalahan dalam menanggapi pujian, kita bisa jadi salah tingkah dan canggung, malahan lawan bicara bisa juga jadi tersinggung loh. Maka dari itu, dalam menanggapi pujian, kita perlu menggunakan cara-cara yang elegan. Berikut ini caranya :

4 Cara elegan menanggapi pujian :

1. Ucapkan terima kasih

Hal ini tentu harus kamu lakukan. Berterima kasih adalah hal wajib. Ucapkan terima kasih secukupnya. Dengan mengucapkan terima kasih, kamu sudah menunjukkan apresiasimu. 

2. Tunjukkan raut muka sumringah

Bahasa tubuh sangat berpengaruh dalam hal ini. Ketika ada seseorang memujimu, cobalah untuk menampilkanwajah bahagia sumringah. Jaga kontak mata dengan orang yang memujimu. Kamu harus menghindari bahasa tubuh yang membuat dirimu terlihat menutup diri, salah satunya adalah dengan menyilangkan tangan di  depan dada. Sambut mereka yang memberimu pujian dengan aura-aura positif.

3. Sharing

Setelah kamu berterima kasih, memberikan raut wajah sumringah, namun suasana masih canggung, cobalah untuk sharing tentang perasaan dan pengalamanmu, sehingga obrolan bisa lebih cair dan nyaman. Setelah itu, cobalah untuk memberi kesempatan atau kesan kepada orang yang memberimu pujian tersebut tentang pendapatnya atau pengalamannya. Hal ini cukup penting agar kamu tidak terlalu mendominasi percakapan.

4. Sebut jasa orang lain

Kamu juga perlu untuk menyebut jasa orang lain atas prestasimu tersebut. Misal jasa dosen kamu yang telah banyak memberikan bimbingan sehingga kamu bisa mewujudkan karya tersebut. Atau bisa juga jasa teman-temanmu yang terlibat. Hal ini perlu agar kamu tidak jadi tinggi hati dan lupa diri. 
Read More

Post Top Ad